Selasa, 21 November 2017         UPT BMR LIPI       LIPI       Halaman Depan »

» LIPI PRESS kontak kami »

Informasi terkait penerbitan melalui LIPI Press :

KETENTUAN UMUM

Naskah yang diserahkan ke penerbit (LIPI Press) harus sudah terdiri atas tiga bagian lazimnya anatomi buku, yaitu Bagian Awal (Preliminarie s), Bagian Isi (Text Matter), dan Bagian Akhir (Postliminarie s). Adapun ketentuan umum dalam prosedur penyerahan naskah adalah sebagai berikut.

  1. Pastikan naskah Anda belum pernah diterbitkan oleh pihak lain dan merupakan karya asli yang tidak melanggar etika dan undang-undang hak cipta. Sampai dengan saat ini Indonesia adalah anggota Konvensyen Berne yang melindungi hak cipta antarnegara serta ikut menandatangani Akta Hak Cipta 1987.
  2. Penulis wajib mengisi formulir kelengkapan naskah (anatomi/struktur isi buku) ketika penyerahan awal.
  3. Penulis bersedia melengkapi atau mengubah terlebih dahulu hal-hal yang diperlukan sebelum naskah siap untuk diproses.

KETENTUAN KHUSUS

LIPI Press hanya menerbitkan buku-buku nonfiksi, baik ilmiah, semi ilmiah, semi populer, maupun populer. LIPI Press tidak menerbitkan naskah dengan format penulisan berupa laporan hasil penelitian. Oleh sebab itu, naskah yang diserahkan ke LIPI Press harus sudah dalam format penulisan naskah buku. Naskah diserahkan dalam bentuk hardcopy dan soft copy dengan format MS Word (bukan dalam bentuk buku jadi). Pastikan penulis juga menyimpan satu salinan asli.

Sebelum diterbitkan, naskah yang masuk ke LIPI Press akan singgah terlebih dahulu ke meja tim penyunting. Oleh karena itu, untuk memudahkan proses penyuntingan maka hendaknya penyajian penyerahan naskah mengikuti format berikut ini.

  1. Ukuran kertas A4 = 21 X 29,7 Cm
  2. Jenis Huruf Times New Roman Ukuran: 12 pt
  3. Diketik dengan satu setengah (1) spasi
  4. Ukuran Margin:
    • Atas = 2,5 cm
    • Bawah = 2,5 cm
    • Kanan = 2,5 cm
    • Kiri = 3 cm
  5. Satu sisi halaman saja (halaman sebaliknya kosong)
  6. Setiap halaman diberi nomor secara berurutan dengan menggunakan angka Arab, dari halaman pertama hingga halaman terakhir.
  7. Sertakan surat keterangan (sumber) untuk hal-hal yang berkaitan denga n hak cipta (jika ada), seperti penggunaan foto dan ilustrasi. Sebelum naskah diterbitkan pastikan bahan-bahan tersebut bebas dari tuntutan hak cipta atau kebenaran.
  8. Semua ilustrasi,baik berupa gambar, grafik, skema, diagram, maupun tabel wajib diberi identitas berupa penomoran dan keterangan secara berurutan.
  9. Agar kualitas hasil cetak tajam (bagus) maka resolusi gambar minimal 300 dpi.
  10. Ketebalan naskah buku yang ingin diterbitkan minimal 90 halaman dengan ketentuan sesuai poin 1)‒4). LIPI Press juga mengacu pada definisi Unesco bahwa yang disebut buku adalah lembaran kertas tercetak dan terjilid serta terdiri atas lebih dari 49 halaman (Trim, 2009: 68). Mien Rifai (2005: 57) juga berpendapat bahwa buku diartikan sebagai terbitan tercetak tak berkala yang paling sedikit terdiri atas 49 halaman dan terjahit pada satu sisinya serta terlindung dalam sampul sehingga merupakan satu jilid.
  11. Menyertakan surat rekomendasi dari Kepala satuan kerja, minimal Eselon II.

MEKANISME PENERBITAN BUKU DI LIPI PRESS

Naskah yang diterima LIPI Press harus melalui suatu proses penilaian oleh Dewan Editor LIPI Press, termasuk bila perlu penilaian oleh mitra bestari dari luar LIPI yang dinilai Ketua Dewan Editor LIPI Press memiliki otoritas dan pengetahuan untuk menilai kelayakan terbit.

Dewan Editor LIPI Press bertugas menelaah/mengkaji (review) naskah yang diajukan oleh penulis untuk dipertimbangkan kelayakan substansinya. Dewan ini berhak menentukan dan menetapkan naskah yang di terima LIPI Press layak terbit atau tidak dengan pertimbangan bobot keilmuan dan bila perlu melihat peluang pasar. Dewan ini juga mengadakan pertemuan/koordinasi secara reguler, yang diadakan berdasarkan pertimbangan jumlah naskah yang diterima.

Dewan Editor LIPI Press berkewajiban menjamin standar dan mutu terbitan dari segi substansi sesuai bidang kepakaran. Selain menilai kelayakan terbit naskah dari sisi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Dewan Editor LIPI Press juga bertugas memberikan pertimbangan tema atau topik yang diminati dan dibutuhkan dunia ilmu penge tahuan, sidang pembaca, dan pasar umumnya. Pengkajian ini bisa dilakukan tersendiri atau dengan membentuk tim survei dan kajian.

Setiap naskah yang secara kandungan isi/substansi telah dinyatakan layak diterbitkan selanjutnya akan diproses oleh LIPI Press untuk diterbitkan dan didistribusikan. Proses penerbitan naskah meliputi beberapa tahapan sebagai berikut.

  1. Proses Penilaian Naskah

    Penilaian naskah dilakukan oleh dewan editorial. Hal-hal yang umumnya diperhatikan dalam penilaian naskah, yakni:

    1. Keabsahan naskah, artinya naskah (bukan naskah terjemahan) harus benar-benar diteliti apakah naskah tersebut benar-benar hasil karya penulis sendiri atau hasil karya orang lain. Sementara untuk naskah terjemahan harus diteliti apakah naskah tersebut sudah diterbitkan oleh penerbit yang lain atau sebaliknya. Hal ini perlu diperhatikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
    2. Kemutakhiran data yang disajikan, artinya informasi yang disampaikan di dalam naskah harus up to date, kecuali untuk buku-buku basic science.
    3. Aspek pengguna (pembaca), artinya naskah yang akan diterbitkan harus sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan agar penerbit tidak mengalami kerugian dengan menumpuknya buku baru di gudang karena kurang diminati.

  2. Proses Penyuntingan (Editing naskah)

    Proses penyuntingan artinya memperbaiki naskah dari segi bahasa, dan tampilannya agar naskah dapat diterbitkan dengan lebih baik. Naskah yang sudah lolos seleksi dan akan diterbitkan harus melalui proses penyuntingan karena isi terbitan akan menjadi tanggung jawab Penerbit dan hal ini akan menyangkut kredibilitas Penerbit sendiri. Hal-hal yang harus diperhatikan seorang editor dalam melakukan proses penyuntingan, yakni:

    1. Readibility (keterbacaan) dan legibility (kejelasan), artinya naskah yang disajikan harus bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca sasaran yang diinginkan.
    2. Konsistensi atau ketaatasasan, artinya penyajian naskah harus konsisten, baik dalam segi penyajian materi (bahasa/istilah) maupun tampilannya.
    3. Tatabahasa atau kebahasaan, artinya naskah yang disajik an harus mengikuti pedoman sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    4. Gaya bahasa, artinya gaya bahasa yang dipergunakan di dalam naskah harus menjadikan naskah lebih mudah dipahami oleh pembaca sasaran bukan sebaliknya.
    5. Ketelitian data dan fakta, artinya data dan fakta yang dipergunakan di dalam naskah benar-benar aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.
    6. Legalitas dan kesopanan, artinya materi naskah yang disampaikan tidak menyinggung SARA, namun tampilannya harus menarik minat baca dari pembaca sasaran yang diinginkan.
    7. Rincian produksi (spesifi kasi produk), artinya naskah yang akan diterbitkan harus benar-benar diperhitungkan biaya produksinya supaya harga jualnya tidak menjadi mahal, tetapi juga tidak merugikan penerbit.

  3. Proses Perwajahan (desain isi dan sampul)

    Setelah proses penyuntingan selesai, baru dilakukan proses desain isi dan sampul. Dalam proses ini seorang penata isi harus mem buat tampilan naskah menjadi lebih menarik dan harus pula memer hatikan konsistensi tampilan naskah. Begitupun dengan sampul buku, harus bisa memvisuali sasikan inti buku dengan menarik. Naskah yang telah melalui proses penyuntingan dan penataan halaman isi serta desain sampul, akan dikembalikan kepada penulis untuk diperiksa.

  4. Proof Reading

    Naskah siap cetak yang telah melalui proses penyuntingan dan penataan isi, sebelum masuk ke produksi harus diperiksa terlebih dahulu oleh seorang proof reader untuk menghindari kesalahan pengetikan dan keakuratan penyusunan penempatan gambar, tabel, dan sebagainya. Proof reader hanya bertindak sebagai pembaca dan tidak memiliki kewenangan dalam mengubah naskah, baik materi maupun bahasa seperti yang dilakukan penyunting/editor.

    Setelah melalui empat tahapan tersebut, dan naskah telah mendapat persetujuan untuk diterbitkan, selanjutnya diberikan kepada bagian produksi untuk dicetak.

PEMBIAYAAN PENERBITAN

Terkait pembiayaan, sesuai dengan visi dan misi pendirian LIPI press, LIPI press merupakan penerbitan ilmiah di bawah kelembagaan LIPI, dengan demikian dalam kaitannya sebagai pengelola penerbitan telah ditetapkan kebijakan sebagai berikut:

  1. LIPI press memfasilitasi pembiayaan proses penerbitan buku ilmiah yang dihasilkan oleh kegiatan penelitian di satker atas nama civitas peneliti LIPI. Hal ini terkait dengan kepemilikan hak cipta atas hubungan kedinasan sebagaimana UU no 28 Tahun 2014, utamanya pasal 35 dan 36. Ini artinya, hak cipta atas publikasi LIPI (yang nota bene merupakan hasil penelitian) tetap dimiliki oleh lembaga/LIPI.
  2. Untuk naskah yg dihasilkan bukan dari hasil penelitian LIPI atau penulis/peneliti LIPI yg melakukan kegiatan penelitian dengan pihak-pihak lain di luar LIPI, tentu saja LIPI Press perlu mengetahui lebih dalam bagaimana status kepemilikan Hak cipta atas publikasi hasil penelitian tersebut. Hal ini sangat penting bagi LIPI Press untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta di kemudian hari. (Mengingat amanah UU hak cipta no 28 Tahun 2014). Terlebih, jika ada pihak lain yg membiayai kegiatan peneltian yg dipublikasikan tersebut melalui skema kerjasama tertentu. Umumnya kepemilikan HKI dan Hak cipta atas kerjasama dua belah pihak ini dituangkan dalam butir-butir perjanjian kerjasama. Kepemilikan hak cipta ini selanjutnya dinyatakan dalam Katalog dalam Terbitan (KDT) buku.
  3. Karena keterbatasan anggaran LIPI Press saat ini, untuk poin 1 LIPI Press full akan membiayai, namun untuk kondisi poin 2 di atas pengusul naskah dapat menerbitkan di LIPI press, namun pembiayaan penerbitan dibebankan kepada pengusul, khususnya untuk keperluan copy editing, layout, desain dan pencetakan buku melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagaimana tercantum dalam PP no 106 tahun 2012. Untuk pengguna jasa penerbitan ilmiah poin 2, LIPI Press hanya membantu memfasilitasi biaya review substansi naskah sebelum penerbitan (@ 2 kali reviu untuk 2 reviewer).

Apabila ada hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut terkait proses penerbitan, dapat menghubungi LIPI Press melalui email press@mail.lipi.go.id atau melalui telepon 021 3940228 (CP Bu Kania).

Dikelola oleh PDII dan TGJ LIPI Hak Cipta © 2007-2017 LIPI